Home » » Merajut Kasih di Bukit Khayangan Oleh:Budhi Vrihaspathi Jauhari

Merajut Kasih di Bukit Khayangan Oleh:Budhi Vrihaspathi Jauhari

Ditulis oleh Petisi News pada Senin, 29 Juni 2015

Pagi belum sempurna, Mentaripun belum menampakkan diri dari peraduannya,tapi Niniek sudah terbangun dari mimpinya, udara dingin membuat bibir perempuan muda  itu mendesah sambil menghirup udara pagi, beberapa petani kentang terlihat mulai mempersiapkan peralatan kerja untuk menyisik rerumputan liar yang tumbuh disekitar bedengan /pematang lahan kentang.  Bukit Khayangan pagi itu masih bening,embun masih bergantungan - dikejauhan terlihat kerlap kerlip lampu menghiasi wajah Kota Sungai Penuh dan dusun dusun di kaki kaki  bukit alam Kerinci,kerlap kerlip lampu lampu di kejauhan bagaikan berada di kota seribu senja alam terkunci . Sinar matahari belum mampu menerobos rimbunnya pepohonan disekitarnya.Hari kian beranjak, Matahari perlahan menyusup. Disanalah diatas sebongkah batu Cadas, tampak dua sejoli saling tatap .lalu merapat.  Desiran angin bukit khayangan, kicauan burung burung dan suara gemercik air di kawasan pertanian  Renah  Kayu  Embun  menjadi  saksi betapa bahagianya kedua sejoli itu menyatu, mereka berdua datang dari jauh hanya untuk memunuhi janji mereka sebelum menikah untuk menikmati udara dingin  dan pemandangan  bukit  khyangan yang penuh pesona.  Aku, yang sedari tadi memandang tanpa sepengetahuan mereka, ikut bahagia bercampur iri, betapa tidak ? Kedua sejoli yang bertemu kali pertama di bukit Khayangan, lalu sepakat menjadi sepasang kekasih,lalu berpisah pula untuk jangka waktu cukup lama, dan akhirnya kini kembali menyatu dalam satu perahu menuju pantai harapan dan cita cita, bagi mereka Bukit Khayangan bukan sekedar objek wisata alam yang indah, rindang, dan menawan, pun menjadi  Destinasi Cinta mereka yang abadi.  Bukit Khayangan merupakan objek wisata alam yang indah dan menawan dan memang kerap didatangi pengunjung yang tengah dilanda mabuk cinta,selain mereka sejumlah wisatawan baik Domestik maupun Mancanegara terutama turis dari Malaysia dan  Eropa juga  kerap mengunjungi “Bukit Khayangan. Tujuan mereka beragam, ada yang hendak menyaksikan panorama  alam,  melihat lokasi pertanian kentang dan menyaksikan petani memetik kopi dan mengupasbatang  kulit manis” Kerinci Cinamon ( Casiavera), ada yang datang untuk merayakan ulang tahun, atau sekedar piknik dengan membawa sang kekasih.  Objek wisata bukit Khayangan merupakan sebuah destinasi wisata Kota Sungai Penuh yang selalu ramai di kunjungi, baik oleh masyarakat local,wisatawan Domestik maupun Mancanegara, pada hari Minggu atau hari libur objek wisata  bukit khayangan ramai di kunjungi kawula muda.  Pada decade akhir tahun 1960an seorang Pujangga besar Sumatera Tengah kelahiran Sungai Penuh-Jambi,Gazali Burhan Riodja saat itu berjalan kaki menyusuri kaki kaki  bukit menuju Bukit Khayangan yang memakan waktu tempuh seharian penuh berjalan kaki .Sang Penyair mendaki Bukit Khayangan melewati jalan setapak dan hutan belantara hanya untuk memandang Panorama Bumi Alam Kerinci yang menawan, Tentram dan Damai.  Konon di Puncak Bukit Khayangan itu Sang Penyair Gazali Burhan Riodja mendapat inspirasi untuk menciptakan baik bait sajak sajak yang saat terkenal ini puisi tersebut  popular dengan untaian  kata” Kincai, Sekepal Tanah  yang tercampak dari Surga, sebuah anugerah untuk dunia.
 Kawasan  Bukit Kahyangan dan Renah Kayu Embun berada pada Wilayah Kecamatan Kumun Debai dan Kecamatan Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh, Wilayah  Pertanian  terpadu ini dikenal  sebagai daerah penghasil  Casiavera, Kopi dan Kentang serta aneka sayur mayur yang berbatasan  lasnung dengan  kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

“Taman Dewa Talang Lindung”  
Dalam perjalanan  dari Bukit Khayangan menuju pusat Kota Sungai Penuh,pengunjung dapat singgah di kawasan Taman Dewa Desa Talang Lindung Kecamatan  Sungai Batang Bungkal Kota Sungai Penuh.  Dikawasan ini pengunjung dapat menyaksikan  kegiatan pertanian tradisional masyarakat Kota Sungai Penuh,Pengunjung dapat dari Ketinggian Bukit Taman Dewa Pengunjung dapat menyaksikan Panorama kawasan pinggiran Kota Sungai Penuh,Pengunjung juga dapat  menyaksikan kegiatan perikanan dan peternakan tradisional yang dikelola oleh masyarakat.  Kawasan yang dulu disebut wilayah perladangan (Dahek) bagi warga  Limo Luhah Dusun Sungai Penuh kini telah tumbuh dengan pesat,daerah ini nyaris hampir sama dengan kawasan “Puncak  Dago “ di Bandung  propinsi  Jawa Barat.Masih dikawasan ini pengunjung dapat menikmati panorama alam kebun bunga”Puti Senang” dan pemandian alam dan  kolam renang alami.  Kawasan Taman Dewa-Desa Talang Lindung merupakan kawasan Industri rumah tangga’Kerupuk Crack Chai” dan salah satu sentra pertanian terpadu.Dilokasi ini pada musim buah buahan pengunjung dapat menikmati buah” petik saji” berupa pisang Rajea,pisang dingoing, Buah  Naga,buah Al pokat,buah Jeruk, dan jika pengunjung  melewati Desa Sungai Jernih,Pengunjung dapat menyaksikan”Kincir Air” yang digunakan untuk menumbuh kopi secara alami yang dikelola oleh usaha kopi bubuk “Nur” “Bukit Tiong”    Dipinggiran Pusat Kota Sungai Penuh dan tak jauh dari Pusat Pemerintahan yang masih dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kerinci terdapat kawasan wisata yang memiliki panorama alam yang menarik.dilokasi ini sebelum era tahun 1990 an menjadi tempat pemakaman masyarakat Tionghoa- Kerinci, dan untuk penataan kota makam  tersebut dipindahkan ke kawasan puncak arah Bukit Tapan (Desa Sungai Ning Kecamatan Sungai Bungkal). Objek wisata alternative  masyarakat Kota Sungai Penuh ini setiap sore selalu ramai dikunjungi masyarakat  local dan wisatawan  domestic, dari ketinggian bukit Tiong, pengunjung dapat menyaksikan potret wajah kota Sungai Penuh dari jarak dekat, sambil menikmati panorama alam menjelang senja yang menawan, pengunjung dapat menikmati wisata kuliner ala Kota Sungai Penuh, namun sayangnya objek wisata ini belum dikelola secara optimal.  Kota Sungai Penuh  merupakan Kota kecil semula adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Kerinci, sejak lama telah  dijadikan sebagai barometer bagi kecamatan kecamatan lain yang ada di Kabupate Kerinci.  Seiring dengan perkembangan  zaman,  pada tahun 2008, Sungai Penuh menjadi daerah otonum, dan di  usia yang ke  7 tahun Kota ini  masih belum  menunjukan pertumbuhan pembangunan yang berarti, penataan destinasi wiata alam dan kebudayan  belum   memenuhi harapan banyak pihak.  Sebagai kota kecil yang berada di puncak andalas Pulau Sumatera membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki  kemampuan entrepreneour dan memiliki kemampuan manajerial  yang mumpuni serta memiliki jaringan yang luas  ke tingkat nasional.  (Budhi.Vj)

Bagikan Berita :

Posting Komentar

 
Cyber Media Petisinews.com : Tentang Kami | Redaksional | Tarif Iklan
Copyright © 2015. Petisinews.com - Kritis Profesional
Dipublikasikan oleh CV. ADZAN BANGUN PERSADA Cyber Media Petisi News
Wartawan Petisinews.com Dibekali Tanda Pengenal dalam Menjalankan Tugas Redaksi | Box Redaksi