Home » » Demi Keselamatan, Warga Dihimbau Patuhi Larangan Bandara

Demi Keselamatan, Warga Dihimbau Patuhi Larangan Bandara

Ditulis oleh Petisi News pada Jumat, 10 Juli 2015

Petisinews.com - Masyarakat pengguna jasa penerbangan  di Kerinci menyatakan keprihatinan  dengan bebasnya para petani  pengguna  kendaraan roda dua memasuki areal bandara Depati Parbo di Hiang Kecamatan Sitinjau Laut.
Suhardiman, SH mantan Sekjen PB IMKI yang dihubungi wartawan petisinews.com  di bandara Depati Parbo kemaren mengemukakan,  fasilitas penerbangan semestinya tidak boleh dimasuki oleh  siapapun kecuali petugas Bandara dan para pengguna jasa penerbangan, itu pun  diatur ketat.
Namun dirinya menyayangkan masyarakat di sekitar kawasan Bandara  hingga saat ini   dengan seenaknya lalu lalang  menuju ke lokasi sawah.
Coba bayangkan jika ada  pesawat yang  mendarat secara darurat  dan pada saat bersamaan ada sepeda motor atau ternak yang melintas   dapat dipastikan akan menimbulkan korban,” katanya.
Pantauan wartawan  media ini dilapangan terlihat  di pojok selatan tepatnya di  samping kanan  gedung utama Bandara  pihak Bandara Depati Parbo telah membuat pengumunan “Larangan” yang intinya sesuai dengan  Undang-Undang Penerbangan Nomor I Tahun 2008   daerah ini bukan daerah/ areal untuk  umum.
Siapapun dilarang untuk masuk landasan(Toleransi ke sawah) dan bukan areal untuk bemain.Bagi motor berknalpot besar,agar memperhatikan suara demi lingkungan kantor dan rumah dinas
Salah seorang petugas Bandara yang  diminta pendapatnya  mengemukakan, bahwa  pihak bandara  memberikan toleransi kepada para petani yang  menuju ke sawah  memanfaatkan fasilitas bandara sebagai  tempat lalu lalang para petani dan masyarakat yang ke sawah.
“Habis mau gimana lagi. Para petani tidak ada jalan lain untuk menuju lahan persawahan mereka kecuali melewati lokasi landasan bandara. Dulu pernah terjadi  saat pesawat mau turun nggak jadi mendarat karena ada motor yang lewat di landasan pacu, untung saja pilot tahu, maka pesawat terpaksa  naik beberapa ratus kaki dan berputar putar di langit Kota Sungai penuh, dan baru mendarat setelah landasan dianggap steril,” katanya.
BJ Rio Temenggung pemerhati pariwisata dan kebudayaan suku Kerinci  mengemukakan, semestinya pihak Bandara atau Kementerian Perhubungan  tidak memberi toleransi kepada siapapun untuk melewati  landasan Bandara Depati Parbo karena  dapat mengancam keselamatan penerbangan, sebaliknya Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah kota Sungai Penuh perlu memikirkan  langkah langkah kongkrit yang tidak menganca keselamatan Bandara dan tidak pula  menyengsarakan petani.
Sebaiknya Kementerian Perhubungan, Pemerintah Propinsi Jambi  dan Pemerintah Kabupaten Kerinci mencari solusi alternatif, misalnya membuat jalan  usaha tani plus  (Jalan khusus) yang dapat dilalui para  petani atau masyarakat yang sawahnya ada di wilayah Kawasan  Bandara dan  sekitarnnya .
Kepala Bandara Depati Parbo Kerinci, Deni Ramdan menghimbau agar masyarakat di sekitar bandara dapat mematuhi  aturan di bandara Depati Parbo. Hal itu, kata dia, tidak saja untuk keselamatan penerbangan saja, tapi juga untuk keselamatan warga sekitar. (bvj)
Bagikan Berita :

Posting Komentar

 
Cyber Media Petisinews.com : Tentang Kami | Redaksional | Tarif Iklan
Copyright © 2015. Petisinews.com - Kritis Profesional
Dipublikasikan oleh CV. ADZAN BANGUN PERSADA Cyber Media Petisi News
Wartawan Petisinews.com Dibekali Tanda Pengenal dalam Menjalankan Tugas Redaksi | Box Redaksi