Home » , » Cetak Sawah Baru Rp2 Miliar Diadukan ke Kejaksaan, Ini Tanggapan Dinas Pertanian

Cetak Sawah Baru Rp2 Miliar Diadukan ke Kejaksaan, Ini Tanggapan Dinas Pertanian

Ditulis oleh Petisi News pada Selasa, 15 September 2015

Petisinews.com -  Japani warga Koto Tengah Kecamatan Tanah Kampung melaporkan dugaan penyimpangan cetak sawah baru senilai Rp2 miliar untuk warga 10 desa di Kecamatan Tanah Kampung.

Proyek tahun  2013 yang diduga bermasalah itu dilaporkan ke   Kejaksaan Negeri Sungaipenuh pada 7 September 2015 lalu.

Semestinya, kata Japani, dana tersebut diperuntukkan untuk 200 hektar cetak sawah baru, setiap satu hektar dengan dana Rp10 juta rupiah dengan kondisi siap tanam, namun paling banyak hanya terealisasi seluas 30 hektar. Itu pun banyak dari swadaya masyarakat.

Di jelaskan Japani, dalam satu hektar itu seharusnya dananya Rp10 juta, dan yang diberikan pengelola kepada masyarakat dalam satu hektar itu hanya Rp 4 juta paling banyak, dengan rincian, untuk menebas sampai membuat pematang diberi Rp1,5 juta, penyemprotan Rp1,5 juta, kemudian setelah tanam diberikan Rp500 ribu.

Menanggapi pengaduan itu, Kadis  Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kota Sungaipenuh Herman menyatakan tidak ada masalah dalam proyek tersebut.

Bahkan, kata Herman, proyek tersebut  sudah melewati proses audit BPK. "Itu sudah lama dan sudah diaudit BPK. Tidak ada masalah, itu bisa dicek," katanya via telepon selular (15/9).

Herman juga mempersilahkan petisinews.com untuk menghubungi salah seorang stafnya untuk mendapatkan data akurat tentang proyek yang diadukan warga itu.

"Saya sedang diluar daerah. Hubungi saja Iwan di kantor untuk informasi yang detil dan akurat," sebut Herman.

Iwan Setiawan, saat dihubungi melalui telepon selular juga mengatakan tidak ada masalah dalam pelaksanaan proyek cetak sawah baru. 

Terkait  tuduhan realisasi yang hanya 30 hektar, ia membantah hal itu. Bahkan dari target 200 hektar, ia menyebut angka 204 hektar realisasi berdasarkan pengukuran GPS.

"Proyek tersebut sudah lama. Kalau ada yang mengatakan hanya 30 hektar, itu perlu dipertanyakan bagaimana cara dia mengukurnya. Kita bisa cek di lapangan. Kita kasihan dengan kelompok tani yang sudah susah payah mengerjakan proyek ini," kata Iwan.

Sementara itu, Kajari Sungaipenuh, Agus Widodo saat berita ini dipublikasikan belum bisa dimintai keterangannya. Telepon selularnya tidak aktif saat dihubungi. (men)

Bagikan Berita :

Posting Komentar

 
Cyber Media Petisinews.com : Tentang Kami | Redaksional | Tarif Iklan
Copyright © 2015. Petisinews.com - Kritis Profesional
Dipublikasikan oleh CV. ADZAN BANGUN PERSADA Cyber Media Petisi News
Wartawan Petisinews.com Dibekali Tanda Pengenal dalam Menjalankan Tugas Redaksi | Box Redaksi