Home » » 42 Gol dalam 11 Pertandingan, Bocah Indonesia jadi Perhatian Liga Qatar

42 Gol dalam 11 Pertandingan, Bocah Indonesia jadi Perhatian Liga Qatar

Ditulis oleh Petisi News pada Minggu, 04 Oktober 2015

Petisinews.com - Bocah 9 tahun asal Indonesia itu jadi bintang yang bersinar terang di Liga Junior Qatar setelah musim lalu mencetak 42 gol. Perkenalkan, ini Abdurrahman Iwan.

Kecuali rambut terurai panjang sebahu, Abdurrahman tak terlihat banyak berbeda dengan rekan dan lawan saat berada di atas lapangan. Sama juga seperti pemain cilik yang berebut bola bersamanya, Abdurrahman punya kepercayaan diri tinggi untuk mencoba menggocek lawan dengan trik dari kaki-kaki kecilnya serta menggiringnya jauh hingga ke kotak penalti.

Perbedaan mencolok Abdurrahman dibanding bocah-bocah lain yang berkaga di Qatar Star League U-9 tentu adalah jumlah gol yang dia buat. Di musim terakhirnya (2014/2015) siswa grade 4 di Middle East International School itu membuat 42 gol dalam 11 pertandingan. Dengan rata-rata membuat 3,8 gol setiap laga, Abdurrahman tak punya pesaing dalam merebut gelar topskorer.

Hebatnya, satu musim sebelumnya (2013/2014) Abdurrahman juga punya statistik gol yang luar biasa tinggi. Saat menghadapi Al Shailiya, dia sempat melesakkan 14 gol, di mana tujuh gol dibuat di masing-masing babak.

Bukan cuma gol, Abdurrahman juga punya koleksi assist yang tak kalah banyak. Di musim lalu saja dia membuat 11 assist. Sementara pada 2013/2014 dia tak pernah sekalipun melewatkan pertandingan tanpa bikin gol dan assist.

Ditolak Masuk Akademi Sepakbola

Lahir di Doha pada 14 Agustus 2006, Abdurrahman merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Ayahnya, Iwan Kuswanto, sudah menetap selama 15 tahun di Qatar dan kini bekerja di salah satu perusahaan pengilangan minyak.

Minat besar Abdurrahman terhadap sepakbola ditularkan ayahnya yang adalah seorang Bobotoh - sebutan untuk kelompok pendukung Persib Bandung. Terlepas dari itu, Iwan melihat kalau anaknya memang punya ketertarikan besar pada sepakbola sejak usianya masih balita.

"Sejak umur 2 tahun terlihat minatnya di sepakbola karena saat diajak keluar untuk shopping yang diincarnya selalu bola untuk dimiliki. Dia juga sering main bola di dalam rumah, sementara kalau main ke luar bersama teman-teman dia juga selalu bawa bola. Abdurrahman mulai mengenal sepakbola sejak sering saya di ajak bermain ke lapangan. Umurnya 4 tahun ketika itu," kisah Iwan pada detikSport.

Karena melihat minat besar anaknya pada sepakbola, Iwan lantas mencoba mendaftarkan Adburrahman ke akademi Al Wakrah SC, yang kebetulan berlokasi tak jauh dari rumah mereka. Al Warkah adalah salah satu klub profesional dan kini berkaga di level teratas sepakbola Qatar

Tapi keinginan menimba ilmu sepakbola di akademi klub tersebut tak berjalan mulus. Al Warkah menolak Abdurrahman karena mereka hanya menerima warga negara Qatar untuk masuk dalam akademinya.

Tapi Iwan dan Abdurrahman tidak menerima begitu saja penolakan tersebut. Demi mengejar cita-cita dan tekad menuntut ilmu sepakbola pada level yang lebih tinggi, mereka berdua setia mendatangi sesi-sesi latihan akademi Al Warkah. Setiap hari Iwan dan Abdurrahman menyaksikan sesi latihan dari pinggir lapangan.

Abdurrahman datang sebagai penonton. Tapi dia mencuri banyak perhatian di sana lantaran memakai seragam sepakbola, lengkap dengan sepatunya. Bersama ayahnya dia melakukan itu berhari-hari.

Keteguhan hati Abdurrahman berbuah manis. Salah seorang pelatih lokal Al Wakrah, Abdullah, mempersilakan Abdurrahman bergabung dengan akademi tersebut. Sejak hari itu Aburrahman pun mendapat pelatihan sepakbola profesional dari Al Wakrah. Dia berlatih tiga kali dalam sepekan.

Tapi Abdurrahman belum menjadi anggota resmi akademi Al Wakrah, klub tidak memasukkan namanya karena dia bukan warga negara Qatar. Abdurrahman harus menunggu sampai setahun sampai dia benar-benar jadi anggota skuat Al Wakrah Junior. Klub akhirnya memasukkan namanya karena dianggap punya potensi sangat besar. Momen itu terjadi di tahun 2012, saat umurnya genap 6 tahun.

Dengan kemampuan dan skill yang kian terasah, Abdurrahman kemudian menunjukkan kalau dia memang patas untuk masuk Al Wakrah. Dimainkan sebagai penyerang, bocah yang juga hobi main basket itu terus memberi gol dan kemenangan untuk timnya. Termasuk saat membuat sensasi dengan melesakkan 14 gol ke gawang Al Shailiya.

"Selama bergabung di klub Al wakrah SC Ia selalu mencetak goal dan assist dalam setiap pertandingan resmi ataupun persahabatan. Di musim 2013/2014 Liga Sepakbola Junior Qatar, Abdurrahman terpilih sebagai Pemain Terbaik dan juga menjadi topskorer di Liga Junior tersebut. Di musim berikutnya yaitu kompetisi Liga Sepakbola Junior Qatar tahun 2014/2015, Abdurrahman Iwan masih jadi topskorer," lanjut

Performa luar biasa yang ditunjukkan Abdurrahman bersama Al Wakrah membuat dia dilirik Aspire Football Academy. Dia dipanggil ikut seleksi bagi anak-anak kelahiran 2006 dan berhasil lolos.

Aspire Academy adalah akademi olahraga independen yang didanai pemerintah Qatar dengan tujuan mengembangkan talenta-talenta di negara tersebut untuk mencetak atlet-atlet berprestasi. Dengan seleksi yang ketat, Aspire Academy merekrut banyak pemain dari beberapa klub sepakbola profesional di Qatar untuk dipersiapkan menjadi pemain profesional.

"Di Aspire Academy, tahun 2015 ini Abdurrahman mendapat penghargaan menjadi best player," sahut Iwan.

Di Aspire Academy, Abdurrahman berlatih 4 hari sepekan (Senin sampai Kamis) dengan waktu latihan mulai jam 16.00 sampai 18.00. Setelah libur di hari Jumat, Abdurrahman kembali ke Al Wakrah hari Sabtu untuk berlatih atau menjalani pertandingan liga.

Per tahun 2015 ini Aspire sudah meluluskan 40 pesepakbola berkewarganegaraan Senegal, Ghana, Nigeria, Thailand, Paraguay dan Mali yang kemudian berlaga untuk tim nasionalnya masing-masing.

Sementara di 2014 lalu, Timnas U-19 Qatar, yang seluruhnya beranggotakan siswa Aspire Academy, berhasil menjuarai Piala Asia U-19.

 

Sumber: detik.com

Bagikan Berita :

Posting Komentar

 
Cyber Media Petisinews.com : Tentang Kami | Redaksional | Tarif Iklan
Copyright © 2015. Petisinews.com - Kritis Profesional
Dipublikasikan oleh CV. ADZAN BANGUN PERSADA Cyber Media Petisi News
Wartawan Petisinews.com Dibekali Tanda Pengenal dalam Menjalankan Tugas Redaksi | Box Redaksi