Home » , , » Krisis Listrik, Ini Lokasi Titik SUTT yang Belum Selesai di Kerinci

Krisis Listrik, Ini Lokasi Titik SUTT yang Belum Selesai di Kerinci

Ditulis oleh Petisi News pada Jumat, 09 Oktober 2015

Petisinews.com - Krisis listrik makin menjadi di Kerinci. Hampi setiap malam selalu saja ada jadwal pemadaman. Sementara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang diharapkan bisa mengatasi masalah tersebut hingga kini belum juga tuntas.

Meski didesak oleh kondisi krisis listrik, namun PLN belum juga menyelesaikan SUTT. Hal ini disebabkan masoh trdapat sejumlah titik jaringan SUTT yang masih  bermasalah.

Bupati Kerinci, H Adirozal mengatakan, untuk di Kabupaten Kerinci saat ini masih terdapat 27 titik jaringan SUTT yang belum diselesaikan.  TItik tersebut terdapat di  di Kecamatan Batang Merangin sebanyak 20 titik serta di Kecamatan Air Hangat Timur dan Depati VII sebanyak 7 titik lagi.

"Untuk yang di Kota Sungaipenuh, itu tanggung jawab Pemerintah Kota Sungaipenuh," ujarnya.

Segala permasalahan yang menyangkut SUTT, kata Bupati harus segera diselesaikan. Ia meminta PLN bisa  bergerak cepat.

Sebelumnya pihak PLN menyatakan bakal menatrik (memasang-red) kabel SUTT, pihaknya mempersilahkan, asalkan segala permasalahan dengan masyarakat, baik terkait rumah dan tanaman tumbuh diselesaikan.

"Kalau berkaitan dengan rumah segera selesaikan. Kalau tanaman tumbuh, jika belum ketemu dengan pemilik ladang, silahkan tarik saja kabelnya, kita berikan garansi. Titipkan saja dengan notaris dulu, karena masalah pergantian tanaman tumbuh ini ada Perbup-nya dan lebih mudah urusannya," jelasnya.

Informasi yang diperoleh saat ini biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk PLTD Koto Lolo per bulannya mencapai Rp 30 miliar lebih. Sementara itu tahun 2016 nantinya direncanakan subsidi BBM akan dicabut, sehingga PLTD harus mengeluarkan biaya lebih besar lagi.

Dikhabarkan, kemampuan PLN dalam menyediakan BBM bagi PLTD Koto Lolo hanya hingga Juni 2016. Artinya, mulai Juli 2016 bisa jadi akan terjadi krisis listrik besar-besaran.

Selain itu terjadi juga terjadi defisit daya  karena kapasitas mesin PLTD masih kurang, sehingga pemadaman bergilir tidak dapat dihindarkan. (Elw)

Bagikan Berita :

Posting Komentar

 
Cyber Media Petisinews.com : Tentang Kami | Redaksional | Tarif Iklan
Copyright © 2015. Petisinews.com - Kritis Profesional
Dipublikasikan oleh CV. ADZAN BANGUN PERSADA Cyber Media Petisi News
Wartawan Petisinews.com Dibekali Tanda Pengenal dalam Menjalankan Tugas Redaksi | Box Redaksi