Home » , » Wakil Ketua DPRD Kerinci Dipolisikan dalam Dugaan Pemerkosaan

Wakil Ketua DPRD Kerinci Dipolisikan dalam Dugaan Pemerkosaan

Ditulis oleh Petisi News pada Selasa, 27 Oktober 2015

Petisinews.com - Adi Purnomo, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, benar-benar dilaporkan ke kepolisian. Bahkan, Senin (26/10) siang kemarin, politisi PDIP itu dilaporkan atas dugaan melakukan tindak pidana pemerkosaan. 

Adi Purnomo dilaporkan oleh Ipe Perdamaian bersama isterinya S, yang menjadi korban dugaan pemerkosaan oleh anggota dewan itu. Mereka mendatangi Mapolres Kerinci sekitar pukul 11.30 wib, dengan didampingi keluarga serta tiga pengacaranya, yakni Viktorianus Gulo, Pera Candra, dan juga Aidil Amin.

Kuasa Hukum pelapor, Viktorianus Gulo, juga mengakui pihaknya sudah memasukkan laporan ke Mapolres Kerinci. “Kita melaporkan adanya dugaan pemerkosaan,” jelas Viktor.

Viktor menyatakan sepenuhnya menyerahkan kepada penyidik tentang pasal yang akan dikenakan kepada Adi Purnomo. Hal ini, kata dia, bisa  pemerkosaan, kekerasan terhadap perempuan, ataupun pelecehan seksual.

“Saksi yang melihat langsung kejadian pemerkosaan memang tidak ada, karena dilakukan didalam mobil pelaku. Hanya saja, ada saksi yang melihat pelaku menarik korban kedalam mobil dinasnya,” katanya.

Viktor juga mengungkapkan  adanya sejumlah percakapan antara pelaku dengan korban melalui BBM yang bisa memberikan petunjuk untuk mengungkap kasus tersebut.

Sementara Kapolres Kerinci, melalui Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Abriansyah membenarkan adanya laporan kasus dugaan pemerkosaan tersebut. "Ya, memang ada suami istri yang melaporkan dugaan tindak pidana pemerkosaan, bukan perselingkuhan,"katannya (26/10) kamarin. 

Dijelaskanya, pihaknya menindak lanjuti laporan tersebut, dengan meminta keterangan dari pelapor atau korbannya. "Kita baru menerima laporan, kita akan minta keterangan dulu, setelah itu akan dimintai keterangan saksi kemudian akan dilakukan visum,"tambahnya.

Ditanya untuk pasal yang akan dikenakan, Kasat mengatakan masih akan dipelajari kembali laporannya. "Kalau pasalnya sampai saat ini belum bisa diterapkan pasal apa, apakah pemerkosaan apa perzinahan, yang jelas kita akan pelajari dulu,"tandasnya. (Men)

Bagikan Berita :

Posting Komentar

 
Cyber Media Petisinews.com : Tentang Kami | Redaksional | Tarif Iklan
Copyright © 2015. Petisinews.com - Kritis Profesional
Dipublikasikan oleh CV. ADZAN BANGUN PERSADA Cyber Media Petisi News
Wartawan Petisinews.com Dibekali Tanda Pengenal dalam Menjalankan Tugas Redaksi | Box Redaksi