Home » , » Disebut Beli Lahan TNKS, Ini Penjelasan PGE

Disebut Beli Lahan TNKS, Ini Penjelasan PGE

Ditulis oleh Petisi News pada Rabu, 04 November 2015

Petisinews.com - Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  PT. Pertamina Geothermal Energi (PGE)  tidak mungkin merusak hutan dan lingkungan.

Penegasan ini disampaikan oleh General Support PGE, Anshori tadi pagi (4/11) kepada sejumlah wartawan. Hal ini berkaitan dengan mencuatnya dugaan pembelian lahan TNKS oleh PGE di desa Bintang Marak, kecamatan Bukit Kerman, PGE angkat bicara.

Dikatakannya, jika memang lahan yang telah dibebaskan pihaknya masuk dalam kawasan TNKS dan Hutan Adat, pihaknya siap untuk tidak menggarap untuk pengeboran.

Untuk pembelian sebanyak 4 Hektare lahan yang akan dijadikan sebagai lahan pengeboran uap ini, pihaknya sudah melalui prosedur jual beli. Selain itu, dalam surat jual beli dengan pemilik lahan juga sudah disepakati beberapa hal, termasuk soal jika ada masalah yang muncul.

"Kalau lahan bermasalah, penjual yang bertanggung jawab menyelesaikannya, kalau tidak mereka harus mengembalikan uangnya," tegas Anshori.

Dia juga membeberkan, kalau tidak ada bukti administrasi kepemilikan tanah, tidak mungkin pihaknya mau membebaskan lahan tersebut. "Kalau belum ada bukti Kepemilikan lahan, tidak mungkin terjadi transaksi jual beli, apalagi PGE inikan BUMN," sebutnya.

Anshori juga memberikan klaeifikasi terkait informasi yang berkembang terkait luas dan harga lahan.

"Memang kita baca dibeberapa media, lahannya mencapai 42 Hektare, dan dibeli dengan harga Rp.7 Milyar, yang benar adalah kita bebaskan hanya 4 Hektare, harganya pun tidak sampai milyaran, hanya Rp.400 juta," aku Anshori.

Pembebasan lahan ini, lanjut dia, kepada dua orang warga setempat yang merupakan pemilik dengan Surat Kepemilikan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh kepala desa setempat pada tahun 80 an.

"Pemiliknya atas nama, Dahri Dahlan dan Azis, dengan SKT dari kades tahun 80 an, surat jual belinya juga diketahui pemerintah desa sekarang, makanya terjadi transaksi, kalau tidak mana mungkin ada jual beli," sebut dia.  (Fan)

Bagikan Berita :

Posting Komentar

 
Cyber Media Petisinews.com : Tentang Kami | Redaksional | Tarif Iklan
Copyright © 2015. Petisinews.com - Kritis Profesional
Dipublikasikan oleh CV. ADZAN BANGUN PERSADA Cyber Media Petisi News
Wartawan Petisinews.com Dibekali Tanda Pengenal dalam Menjalankan Tugas Redaksi | Box Redaksi