Home » , » Kurang Proporsional, Kemdes Minta Formula Alokasi Dana Desa Diubah

Kurang Proporsional, Kemdes Minta Formula Alokasi Dana Desa Diubah

Ditulis oleh Petisi News pada Kamis, 17 Desember 2015

Petisinews.com - Pemerintah desa telah menikmati manfaat dana desa dari APBN yang sudah dikucurkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2015 ini. Hingga saat ini dana desa yang telah disalurkan sebesar Rp20,7 triliun kepada 74.093 desa seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemdes), Ahmad Erani Yustika, mengatakan, untuk memaksimalkan pengucuran dana desa, pihaknya telah melakukan upaya strategis, di antaranya menerbitkan Peraturan Menteri 5/ 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2015.

Dalam Permen, kata Ahmad, secara jelas memberikan panduan kepada pemerintah desa agar memanfaatkan anggaran tersebut untuk membiayai belanja pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Menjelang penyaluran dana desa sebesar Rp47 triliun yang sudah dialokasikan dalam APBN tahun 2016, Erani menyatakan perlu dilakukan perubahan pada sejumlah regulasi, terutama terkait mekanisme pengalokasian dan proses penyaluran dari kabupaten ke desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) 22/2015 tentang Dana Desa dari APBN.

“Perubahan regulasi tersebut, utamanya pada Pasal 11 ayat 1 huruf b yang berbunyi “alokasi yang dihitung dengan memperhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan greogafis desa setiap kabupaten dan kota,” kata Erani di Jakarta, Kamis (17/12).

Kendala lain dalam penyaluran dana desa yang juga perlu diubah, menurut Erani, ialah Peraturan Menteri Keuangan 93/2015 tentang tata cara pengalokasian, penyaluran, penggunaan, pemantauan, dan evaluasi dana desa. Pasalnya, formula pengalokasian yang termaktub dalam Pasal 11 PP tentang Dana Desa dari APBN belum memperhatikan aspek keadilan, karena alokasi dasar yang dibagi rata kepada desa mengambil proporsi sebesar 90 persen. Sedangkan, alokasi proporsional yang memperhatikan faktor jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis setiap desa hanya 10 persen.

“Formula ini praktis kurang proporsional. Karena, desa-desa yang memiliki persoalan lebih rumit menerima jumlah dana desa yang relatif sama dengan desa-desa yang sudah berkembang dan maju,” kata dia.

Karena itu, menurut Erani, formula pengalokasian dana desa tahun 2016 sebaiknya dengan perbandingan 60 persen alokasi proporsional, dan 40 persen alokasi dasar untuk dibagi rata kepada seluruh desa.

“Jika Dana Desa dari APBN tahun 2016 sebesar Rp 47 triliun itu nanti dapat dialokasikan dengan formula baru, maka akan menjadi sangat memicu percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” pungkasnya.

Suara Pembaruan

Dina Manafe/EAS

Sumber: beritasatu.com

Bagikan Berita :

Posting Komentar

 
Cyber Media Petisinews.com : Tentang Kami | Redaksional | Tarif Iklan
Copyright © 2015. Petisinews.com - Kritis Profesional
Dipublikasikan oleh CV. ADZAN BANGUN PERSADA Cyber Media Petisi News
Wartawan Petisinews.com Dibekali Tanda Pengenal dalam Menjalankan Tugas Redaksi | Box Redaksi